Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan " Profesional, Sinergi, Dan Militan " Pengaduan Masyarakat melalui Telepon (021) 65867510/11, Whatsapp (085289000115), E-mail : Pengaduan@basarnas.go.id


50 PESERTA DILATIH TEKNIK WATER RESCUE


JEMBRANA --- Sekitar 50 peserta dari berbagai unsur SAR mengikuti pelatihan teknik pertolongan di permukaan air (water rescue) pada hari Selasa (10/3/2020). Kegiatan dibuka secara langsung oleh Deputi Bidang Sarana dan Prasarana, dan Sistem Komunikasi Basarnas, Marsekal Muda TNI Irawan Nurhadi. Dalam sambutannya saat membuka pelatihan Potensi SAR, Irawan Nurhadi mengatakan tantangan kedepan khususnya terkait pencarian dan pertolongan (SAR)  semakin berat.  Masyarakat sekarang dapat menilai terhadap apa yang sudah kita kerjakan. Untuk itu penyelenggaraan pencarian dan pertolongan  haruslah secara terencana dan terintegrasi, sehingga pengelolaan pencarian dan pertolongan dapat dilaksanakan secara terpadu dan menyeluruh. "maka sangat diperlukan upaya -  upaya penguatan kapasitas baik melalui latihan -  latihan SAR bersama secara berkesinambungan dan perlunya koordinasi yang optimal baik sebelum terjadinya kecelakaan maupun pada kondisi penyelenggaraan Operasi SAR" terang Irawan Nurhadi. Pelatihan yang diselenggarakan oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali) ini memang merupakan program kerja tahunan. Namun ada yang berbeda pada tahun 2020, target peserta yang harus dilatih secara keseluruhan menunjuk pada angka yang fantastis.

 

Pada kesempatan yang sama Sekda Kabupaten Jembrana, I MADE SUDIADA, SH., MH. dalam sambutannya mengapresiasi diselenggarakannya kegiatan pelatihan potensi SAR ini. Turut hadir dalam acara pembukaan diantaranya Dandim 1617 Jembrana, Kapolsek Melaya, Kasat Pol Air Polres Jembrana, dan Kalak BPBD Jembrana.

Selain penguatan Alat Utama (Alut), tahun ini Basarnas juga memfokuskan program kerjanya pada pembinaan potensi SAR di seluruh Indonesia. Dari target 10.000 unsur SAR terlatih di seluruh Indonesia, Basarnas Bali diwajibkan melatih 350 orang. Menurut Gede Darmada selaku Kepala Kantor Basarnas Bali angka tersebut harus dapat dicapai tanpa mengurangi dari kualitas pengajaran dan materi yang diberikan peserta. Nantinya para peserta akan diakui kemampuannya di bidang SAR dengan sertifikasi resmi dari Basarnas, apabila telah memenuhi waktu belajar minimal selama  72 jam.

Tujuan dari terselenggaranya pelatihan potensi SAR ini adalah meningkatkan kerjasama dengan potensi SAR di wilayah kerja Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana serta memberikan keterampilan dan pengetahuan kepada Potensi SAR dalam melaksanakan pertolongan dan penyelamatan korban di permukaan air.

Pelatihan SAR berlangsung dari tanggal 10 sampai dengan 16 Maret 2020. Sebanyak 6 tenaga instruktur terlatih dan profesional dari Basarnas Bali akan memberikan materi teknik pertolongan, selanjutnya melakukan praktek langsung di kolam renang dan Pantai Candi Kusuma. Materi SAR yang akan diberikan kepada para peserta diantaranya substansi tentang Basarnas, pengantar pertolongan pertama (first aid), pemindahan dan penilaian korban, bantuan hidup dasar dan resusitasi jantung paru, pengantar dan pedoman keselamatan di air, Personal Floating Device (PFD), metode  pertolongan dipermukaan (RTRGT), akses dan pertolongan (Pengetahuaan prahu karet, Olah gerak/ dayung, motor tempel), teknik renang gaya dada dan gaya bebas     dan pembinaan fisik.

Diharapkan melalui pelatihan potensi SAR tersebut dapat membentuk sumber daya manusia/ potensi SAR yang memiliki pengetahuan dan keterampilan dibidang teknik penyelamatan di permukaan air, serta dapat meningkatkan respon time dalam pelayanan jasa SAR, khususnya musibah perairan di wilayah perairan Kabupaten Jembrana. (ay/ hms dps).



Kategori Berita Kansar , General Artikel , General Berita , Pelatihan .
Pengunggah : Daru Nugroho
10 March 14:16 WIB